FF/ Oneshoot/ A Jealous Sunbae

Title                 : A Jealous Sunbae

Author            : Yuridista

Main Casts     :

–  Cho Kyuhyun as himself

–  Readers as Kang Yuri (OC)

Genre              : Romance, comedy

Rating             : AA-PG

POV                : Kang Yuri’s POV as first person

==================================

Aku berulangkali mengecek arloji yang melingkar di pergelangan tangan kiriku dengan perasaan cemas bercampur jengkel. Sudah lewat nyaris satu jam dari waktu yang dijanjikannya, tapi namja menyebalkan bernama Cho Kyuhyun itu belum juga menampakkan batang hidungnya di hadapanku. Aku menghela nafas, merasa sangat bodoh karena telah bersusah payah datang kemari di antara kesibukanku yang gila-gilaan sebagai seorang penulis hanya untuk menemui namja yang tidak tahu diuntung itu.

Aku lalu berbalik, memutuskan untuk pulang saja sebelum amarahku benar-benar meledak, tapi kemudian ponselku menderingkan bunyi-bunyian yang sengaja aku set khusus hanya untuk menerima telepon atau pesan singkat darinya.

Jangan pulang. Aku akan tiba dalam dua menit. Please? Begitu bunyi pesan darinya setelah aku memencet tombol read new message. Aku menghela nafas. Lagi. Tampaknya untuk entah yang keberapa kalinya aku harus mengalah lagi padanya. Yah, kadang-kadang mencintai seseorang itu memang bisa jadi sangat menyebalkan juga.

================================

Dua menit kemudian…

“Yuri-ya?” sapanya begitu keluar dari mobil Hyundainya. Aku, yang tengah bersandar bosan di samping pintu mobilku, hanya menoleh malas tanpa membalas sapaanya.

“Kau marah, ya?” Dia bertanya seraya mendekatiku, kemudian merangkulkan sebelah tangannya ke bahuku.

“Hmmm.” Aku menggumam, masih enggan bicara karena jengkel atas keterlambatannya yang parah.

“Mian,” ucapnya, nadanya terdengar memelas.

Aku menoleh ke samping, ke arahnya, bersiap mengomel panjang-pendek padanya ketika aku menyadari bahwa wajah namjachinguku ini tampak sangat kusut dan lelah. Kantung di bawah matanya terlihat jelas dan rambutnya juga berantakkan. Kombinasi itu membuatnya jadi benar-benar kelihatan seperti orang depresi.

“Kau kenapa?” Aku malah balik bertanya, tiba-tiba saja kejengkelanku sudah menguap entah kemana.

“Hah?” Dia menyahut bingung, “Apanya yang kenapa?”

Aku mengulurkan tangan untuk menyentuh wajahnya. “Kau kelihatan capek. Nyaris mendekati tampang zombie,” kataku pelan.

“Ah, ini.” Dia menunjuk wajahnya sendiri. “Selalu ada alasan kenapa aku datang menemuimu di saat-saat seperti ini, Yuri-ya,” ujarnya, samasekali tidak menjawab pertanyaanku.

“Kalau begitu katakan padaku apa alasannya sampai kau berani memaksaku kabur dari pekerjaanku selarut ini,” balasku seraya menariknya untuk duduk di bangku semen di dekat mobilku.

“Aku sedang jengkel, sebenarnya,” dia memulai, “pada anak-anak baru itu, dan juga cewek-cewek itu.”

Aku mengerutkan kening. “anak baru siapa? Cewek-cewek─maksudnya SNSD?” tanyaku, merujuk pada kebiasaannya yang selalu menyebut member SNSD dengan frase “cewek-cewek itu” setiap kali dia sedang membicarakan mereka denganku.

Kyuhyun mengangguk. “Ne. Maksudnya SNSD. Dan anak baru itu, maksudnya anak-anak EXO,” jawabnya. “Kau tahu EXO, kan?” tanyanya kemudian.

“Oh,” ujarku. “Cuma sekilas, dan kurasa mereka terlalu muda untukku,” kataku, nyengir sedikit untuk menghiburnya, “jadi apa tepatnya yang dilakukan mereka padamu?”

Kyuhyun memberengut. “Mereka merebut perhatian manajemen dari kami─Super Junior, maksudku. Aku tidak mengerti kenapa hyung-hyungku masih saja bersikap hormat pada orang-orang manajemen, tapi secara pribadi aku jelas memilih untuk melakukan pembangkangan.”

“Pembangkangan? Seperti apa misalnya?” tanyaku lebih jauh.

Dia mengangkat bahu sekilas. “Hal-hal tertentu, seperti pura-pura sakit supaya tidak perlu siaran radio, mandi lama-lama supaya ditinggal latihan, dan barusan aku baru memikirkan sebuah ide yang jauh lebih baik dari itu semua─” katanya, sengaja menggantung kalimatnya.

“Mwoga?” Aku bertanya menyelidik. Kyu bisa jadi sangat menjengkelkan dan mengkhawatirkan di saat yang bersamaan, dan aku pastikan, setiap “ide” yang keluar dari kepalanya hanya akan membuat kombinasi keduanya jadi semakin buruk.

Kyuhyun meletakkan telunjuk di dagunya, tampak berpikir-pikir. “Hmm. Coba kita lihat. Besok SJM harus pergi ke Taiwan untuk show, dan malam ini aku benar-benar sedang jengkel. Mungkin aku bisa menginap di apartemenmu semalam, sembunyi, membuat mereka khawatir sebentar…”

Aku menghela nafas. Kuraih tangannya yang berada di dagu dan kuremas pelan. “Hei, dengar. Aku tahu kau sedang jengkel─maksudku benar-benar jengkel,” aku berkata hati-hati sambil mengamati ekspresi wajahnya, “tapi jangan bertindak konyol dengan mencoba kabur dari show atau semacamnya. Kau ingat siapa dirimu, kan, Super Junior Cho Kyuhyun yang dicintai jutaan orang di seluruh dunia? Gadis-gadis Taiwan itu pasti akan langsung gila waktu tahu kau tidak ikut dalam rombongan.”

Kyuhyun langsung membuka mulut, bersiap menyela, tapi aku buru-buru mengangkat tangan untuk mencegahnya bicara. “Aku belum selesai,” tegurku mengingatkan. “Soal anak-anak baru dan cewek-cewek itu, sejak kapan kau jadi mempedulikan mereka sampai sebegininya? Bukankah kau bisa dibilang sudah menjelma menjadi Kim Heechul Kedua sekarang?” lanjutku sarkastik. “Percayalah padaku, mereka sebenarnya juga diam-diam sangat memujamu. Mereka idol juga, kan? Maksudku, siapa, sih, yang tidak mencintai Super Junior?”

Kyuhyun memutar matanya dengan berlebihan. “Jangan menjilatku, Kang Yuri. Ini semua bukan hanya tentang Super Junior dan ELF. Ini lebih tentang harga diriku, dan harga diri hyung-hyungku juga, sebagai laki-laki. Aku tidak bisa duduk diam seperti patung tampan yang tidak berbuat apa-apa ketika jelas-jelas telah dilecehkan,” tukasnya tak mau kalah.

Aku menggeleng. “Kalau memang itu masalahnya, jangan mengorbankan ELF. Mereka mencintaimu apa adanya. Mereka bahkan masih mencintaimu bahkan dengan segala tingkah kekanak-kanakkanmu, bekas-bekas jerawat di wajahmu, badanmu yang kelewat kurus, kantung mata itu, dan semuanya. Tidakkah itu semua harusnya membuatmu merasa bersalah karena telah bertingkah seperti orang tua pencemburu tukang ngambek dan hobi melarikan diri?”

Kyuhyun melotot. “Ya imma! Kau ini yeojachinguku atau bukan, sih, sebenarnya?!” Dia berteriak, rupanya agak jengkel juga padaku.

Aku tergelak. “Justru karena aku yeojachingumu aku bisa mengatakan semua ini padamu, Oppa Sayang…” ujarku, kemudian menjawil hidung bangirnya.

“Jadi menurutmu aku tidak boleh kabur malam ini?” tanyanya, tampaknya mulai luluh karena bujukanku barusan.

Sekali lagi aku menggeleng. “Tidak malam ini dan seterusnya. Kau harus berjanji,” kataku tegas.

Kyuhyun mendesah. “Ya, ya, baiklah. Kau menang, Kang Yuri,” balasnya pasrah.

“Selalu dan selamanya,” tambahku seraya tersenyum lebar, luar biasa lega melihatnya jauh lebih baik dari setengah jam yang lalu.

Kyuhyun balas tersenyum. “Gomawo,” ucapnya, kemudian mengecup lembut keningku.

“Oh. Jangan nakal dan jangan jadi sunbae pencemburu lagi. Itu mengerikan,” bisikku seraya menggamit lengannya.

“Kau yang mengerikan, enak saja.” Kyuhyun membalas tak terima. “Jadi tak ada acara menginap malam ini?” tanyanya, kali ini mengerling jahil padaku.

Aku mencibir. “Eobsoyo. Pulang dan tidurlah. Aku akan memastikan kau memang benar-benar berada di Taiwan besok, arratchi?”

Kyuhyun memberengut, tapi toh mengangguk juga. “Ne, ne. Aku tahu. Tapi aku mau bersamamu lima menit lagi saja. Boleh, ya?” pintanya dengan wajah memelas, menarikku lebih dalam ke pelukannya.

Aku tertawa. “Baiklah, Yang Mulia Cho Kyuhyun. Lima menit saja. Lima menit, dan kau akan pulang lalu tidur dengan nyenyak, ” balasku, kemudian mengeratkan kaitan tanganku di lengannya dan tersenyum di sana.

-END-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s