FanFiction: MY ENDLESS LOVE(part 3) by @nazza_nazq

“Kenapa kau tidak pernah menjengukku?” tanyaku pada Sunghwa

“Mianhae, selama 2 minggu ini aku dikunci didalam kamar oleh appa, aku tidak bisa keluar.” dia kembali menangis. “Setelah kecelakaan itu anak buah appa mengikuti kita ke rumah sakit, setelah aku mengurus administrasi, aku dipaksa pulang. Aku benar-benar minta maaf.”

“Sunghwa-ah, bantu aku…”

Kupeluk tubuh mungilnya. Entah kenapa tiba-tiba aku merasakan kedamaian. Seperti semua beban dalam pikiranku melayang menjauh dari ingatanku. Hatiku begitu tenang saat kuhirup aroma shamponya.

Tiba-tiba kata-kata itu meluncur bebas dari mulutku…

“Sarangahaeyo…”

“Ne oppa, nado saranghae”.

****

tok-tok-tok…

“Iya..” jawab seseorang dari dalam

“Sunghwa, kamu kemana aja sayang? Dan.. Donghae… ini benar-benar kamu?” tanya wanita di depanku. Aku hanya mangangguk.

“Eomma, oppa terkena amnesia..” Sunghwa memeluk ibunya sambil kambali menangis.

“Jeongmal? Ayo masuk, kita bicara di dalam.”

Rumah ini… begitu familiar. Aku yakin, aku pasti sering datang kesini. Aku melihat ada sebuah foto yang hampir setinggi dinding. Itu pasti Sunghwa bersama orangtuanya. Aku juga melihat seorang laki-laki dalam foto itu. Tapi aku tak ingat siapa dia. Dan di sisi lain dinding tempat foto keluarga Sunghwa, aku melihat fotoku. Fotoku bersama Sunghwa, diatas sebuah perahu di tengah-tengah danau. Aku terdiam melihatnya. Jadi benar aku adalah calon suaminya?

“Foto itu diambil 3 bulan yang lalu.” kata Sunghwa membuyarkan lamunanku “Foto itu… tepat 2 bulan kita bertunangan.”

“Mianhae Sunghwa-ah, aku belum bisa mengingatnya.”

Dia berdiri di sampingku, dan dia menatap foto itu.

“Aku tahu oppa, pasti tidak akan mudah mengingat semua masa lalu oppa” dia berbalik memandangku “Tapi jangan khawatir oppa, aku selalu di sampingmu. Bersabarlah.” katanya sambil memegang tanganku

“Gomawo” ucapku

****

“Jadi …orangtuaku pergi ke China untuk menghidar dari appa-mu?” tanyaku setengah tak percaya

“Ne, oppa. Appa sangat berambisi untuk merebut Lee Corporation dari kekuasaan kedua orangtua oppa. Itu juga yang membuat appa merestui pertunangan kita. Tapi tidak ada satupun rencana appa yang berhasil. Bahkan… orang lain juga menjadi korban, termasuk oppa.”

Aku hanya diam mendengar penjelasan Sunghwa. Sebegitu rumitkah masalah yang kuhadapi? Apa aku akan sanggup melewatinya?

“Donghae-ah, mianhaeyo, kami tidak bisa berbuat apa-apa untukmu.” Kata ibu Sunghwa

“Ne, gwenchanayo… ahjumma” jawabku

“Mwo? kau memanggilku apa? bibi?”

“Lalu saya harus memanggil Anda siapa?”

“Dulu kau selalu memanggilku Hyein eomma. Kau kan sudah seperti anakku sendiri.”

“Ne, eomma”

“Donghae-ah, kau itu calon menantuku. Dan kau juga sahabat dari putraku, kakak Sunghwa, Choi Siwon.”

“Sahabat?”

“Ne oppa. Siwon oppa adalah teman baikmu. Dia yang mengenalkanku padamu. Dia temanmu sejak SMP.” kata Sunghwa

“Mmm… mianhae, ada yang sedikit menggangguku. Kalau boleh tau ….kenapa nama margamu, kakakmu, dan ayahmu berbeda-beda? Bukankah seharusnya kalian semua bermarga Lee.”

“Yah.. Sunghwa dan Siwon memang bukan anak kandung kami. Kami mengadopsi mereka saat mereka masih bayi.” jawab Hyein eomma

“Jinjayo?” tanyaku pada Sunghwa “Lalu dia dimana sekarang?”

“Siwon oppa juga berada di China. Dia kuliah disana. Dia juga yang menjaga kedua orangtua oppa.”

“Wah… berarti aku berhutang besar kepada keluarga ini.”

“Donghae-ah, jangan berbicara seperti itu. Kami membantumu karena kami tahu bahwa kalian tidak salah.”

“Ne oppa, appa saja yang keterlaluan! Dia tidak terima perusahaanya bangkrut.”

“Sunghwa! Kau bicara apa? apa kau lupa dia itu siapa?” bentak Hyein eomma. Sunghwa hanya diam.

ah~ gadis itu… aku memang tidak ingat apa-apa. Tapi entah kenapa setiap kali melihat wajahnya, semangatku seperti kembali. Aku melihat ketulusan terpancar dari wajahnya.

“Donghae-ah, eomma harap kamu tidak kaget dengan sikap Sunghwa. Dia memang seperti itu, ceplas-ceplos seperti anak kecil. Umurnya saja yang bertambah dewasa, tapi tetap saja sikapnya seperti itu.” kata Hyein eomma

“YAKK!!! EOMMA! Aku tahu kemana arah pembicaraan ini. Memangnya kenapa kalau aku berbeda dengan Siwon oppa??protes Sunghwa kepada ibunya. Aku hanya tertawa saja mendengarnya.

“Kau kan anak kesayangan appa. Dasar gadis manja!” kata Hyein eomma

“Oppa….” rengek Sunghwa. Aku tahu dia sedang meminta bantuanku. Aku hanya menepuk punggungnya.

Sampai detik ini… hanya itu yang aku bisa.

****

“Oppa, tinggal disini saja ya?”

“Andwaeyo… apa kau lupa aku ini buronan siapa?”

“Tapi oppa tinggal dimana?”

“Sudahlah, bukankah akan lebih berbahaya jika appa tahu Donghae tinggal disini? Besok dia pasti kambali kemari, iya kan?” tanya Hyein eomma

“Ne eomma. Aku pasti kembali.” jawabku

****

“Jeongmal?” ah~ syukurlah. Ingatanmu pasti akan segera pulih kembali.” kata Nyonya Tan setelah aku menceritakan semua yang terjadi hari ini.

“Tapi… tolong izinkan saya tinggal disini untuk beberapa hari lagi.” pintaku

“ah~ tentu saja. Rumah kami selalu tebuka untukmu.” kata Tuan Tan

“Kamsahamnida.”

 

 

 

 

 

tu bi continyu….

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s