FanFiction: MY ENDLESS LOVE (part 4) by nazza_nazq

“Donghae-ah, mari masuk” ajak Hyein eomma. Aku pun mengikutinya menuju ruang keluarga.

PRANGG!!!!

“YAKK!!!! OPPA! Kau memecahkan ayamku!”

ah~ gadis itu… apa dia tidak pernah diam sedikit saja?

“OPPA!! Jangan lari!” teriaknya dari lantai atas

“Anak kecil sepertimu tidak akan sanggup mengejarku” jawab seorang lelaki yang suaranya tidak ku kenali.

“Eomma! Bantu aku!” Sunghwa mendekati ibunya

“Kau ini! Bukankah kau bilang ingin cepat-cepat bertemu kakakmu. Tapi setiap kali bertemu, kenapa kalian tidak bisa akur?” tanya Hyein eomma pada anak perempuannya

“Itu bukan salahku! Oppa memecahkan hiasan kaca yang ada di kamarku.”

“Itu salahmu sendiri” kata laki-laki yang kini aku yakin adalah kakak Sunghwa.

“MWO? AKU?” Sunghwa kembali beraksi

“Aku hanya memegangnya. Siapa suruh kau mengagetkanku”

“Oppa…bela aku…” Sunghwa memohon kepadaku

“Hei Fishy!!Sudah lama tidak bertemu. Bagaimana keadaanmu?” tanya kakak Sunghwa

“Fishy? Nuguya?”

“ah~ aku lupa. Kau kan belum ingat semuanya. Fishy itu panggilanmu sejak kita SMP. Oh iya, kalau kau lupa, namaku Siwon”

“Ne, mianhae sudah merepotkan”

“Merepotkan? Memang aku sudah melakukan apa?”

“Bukankah kau yang menjaga orang tuaku? Apakah mereka baik-baik saja?”

“ohh.. Ne, mereka baik-baik saja. Mereka aman. Dan tentang insomnia yang kau alami, aku belum memberitahu mereka. Aku tahu ini hak mereka, tapi aku tidak sampai hati memberitahunya. Yaahh…. mengingat apa yang sudah terjadi selama ini”

“Gomawo Siwon-ah”

“ah~ tidak apa-apa. Seharusnya kan aku yang berterima kasih”

“Waeyo?” tanyaku

“Karena sampai saat ini kau masih mau menerima kuntilanak jadi-jadian itu” katanya sambil cekikikan

“MWO? Kuntilanak? AKU?” Lomba maraton-pun tak terelakkan lagi. Mereka mengelilingi ruang tengah ini berkali-kali.

“HEII!!!! APAKAH KALIAN TIDAK BISA DIAM!”teriak Hyein eomma “SIWON! SUNGHWA! BERHENTI!”

****

Semua yang terjadi di rumah Sunghwa hari ini sungguh membuatku merasakan kehangatan sebuah keluarga. Untung saja Hyukjae ahjussi belum pulang. Kalau tidak, aku pasti celaka.

Malam ini, entah kenapa aku tak ingin segera pulang ke rumah. Di taman ini, aku yakin, banyak kenangan masa laluku yang terjadi disini. Tapi hingga detik ini, aku hanya bisa mengingat kecelakaan itu.

Yang lain… aku tak ingat apa-apa.

“Donghae-ssi, apakah ini benar-benar Anda?” seorang wanita memanggilku. Aku pun membalikkan badanku.

Wanita itu… aku seperti mengenalnya sebelum ini.

“Mianhaeyo, neo…. mmm.. kamu siapa?” tanyaku tanpa basa-basi

“Mwo? Donghae-ssi… kau tidak ingat aku?” tanyanya keheranan

“ah~ aku tidak ingat apa-apa”

“Maksudmu? Donghae-ssi.. aku tidak mengerti” dia mulai menangis

“Aku terkena amnesia”

Tangisnya meledak. Aku membimbingnya untuk duduk di salah satu ayunan.

“Bisa kau jelaskan padaku? Kau itu siapa? Apa kita saling kenal? “

“Namaku Kim Seolyoung. Aku sekretarismu di Lee corporation. Kita kenal sejak 5 tahun yang lalu. Aku benar-benar tidak menyangka kau bisa seperti ini.”

Dia menaruh tasnya diatas tanah tanpa menutupnya. Ada sesuatu di dalam tas itu yang menarik perhatianku. Di dalam tas itu ada sebuah foto. Fotoku sedang memeluk seseorang. Tapi aku tak begitu jelas siapa dia.

Aku mengambil foto itu. Saat aku melihatnya, aku tak percaya.

Di dalam foto itu orang yang kupeluk adalah orang yang saat ini sedang ada di sampingku. Di foto itu kami sama -sama mengenakan stelan jas resmi, dan menurut pendapatku pasti kami sedang ada di kantor.

“Seolyoung-ssi?” panggilku

“Ne? Ada apa?”

“Apakah ini benar-benar….” tak sempat aku menyelesaikan pertanyaanku, dia sudah merebut foto itu dari tanganku.

“Mianhae, Donghae-ssi. Mungkin lain kali kita bisa bertemu lagi. Aku harus pergi” katanya terburu-buru

“Aku mohon, Seolyoung-ssi. Aku hanya ingin kau memberitahuku apa yang kau ketahui tentang aku. Dan… seberapa dekat kita dulu?”

“Donghae-ssi, kau tidak perlu mengingatnya. Yang harus kau tahu tentangku adalah aku sekretarismu. Itu saja”

Kugenggam tangannya. Dengan cara apapun, aku harus tahu masa laluku.

****

“MWO? SELINGKUH??”

Kutatap matanya dalam-dalam. Aku benar-benar tidak bisa mempercayai semua yang telah Seolyoung ceritakan.

“Ne, Donghae-ssi. Cincin ini buktinya. Kau memberikan ini kepadaku beberapa hari sebelum kalian resmi bertunangan. Aku sempat menolak, karena aku juga kenal dengan keluarga Sunghwa. “

“Apa benar aku setega itu pada Sunghwa? Aku melamar wanita lain sebelum hari pertunangan kami??” aku tak habis pikir

“Kau tenang saja Donghae-ssi. Kini cincin ini bukan lagi pengikat diantara kita. Aku mau menerima ini karena kau janji kau tidak akan berpaling dari Sunghwa untuk yang kedua kalinya. Sekarang cincin ini hanya pengingat bagiku, bahwa bagaimanapun juga kau adalah atasanku” katanya

“Seolyoung-ssi, kau begitu perhatian kepadaku. Bisakah aku menjadi temanmu?”

“Mwo? Teman? tentu saja.. Bukankah selama ini kita memang sudah jadi teman?” jawabnya terkekeh

“ah~ ne”

Kucoba untuk tetap tersenyum, meski hatiku masih bertanya-tanya. Apa alasanku berselingkuh dengan sekretarisku sendiri??

****

“Oppa, kau kenapa??” tanya Sunghwa padaku

“A.. Aniyo.. Mmm kau lanjutkan saja belajarmu” ucapku. Akhir-akhir ini aku memang sering melamun.

“Oppa! Bagaimana aku bisa berkonsentrasi dengan soal-soal ini kalau dari tadi oppa hanya melamun? Bukankah oppa bilang akan mengajariku untuk bisa menjadi seorang jaksa!”

“Sunghwa-ah, apa kau tidak mau memilih pekerjaan lain? Aku rasa jaksa terlalu berat untukmu. Aku tahu otakmu cerdas, tapi dilihat dari sifatmu itu kau seharusnya jadi guru TK” ejekku

“OPPA! Kenapa tidak ada bedanya saat kau amnesia atau tidak?? Kau selalu saja mengejekku seperti itu! AKU MAU JADI JAKSA!!!” teriaknya

“Hei bocah!! Ujian hukummu baru 3 bulan lagi. Jangan sok yakin dulu kamu” Siwon ikut membantuku

“Terus saja kalian mengejekku. Aku kan masih punya appa dan eomma. Pasti mereka mendukungku”

“HAH?? APPA?? Kau yakin? Apa kau lupa dengan semua yang dilakukan appa selama ini?? Kalau kau masih ingat, harusnya appa adlah target pertamamu”

“Dia mana berani” sambungku ” Anak kecil. Paling hari pertama dia sudah menangis minta pulang” aku terkekeh

“OPPA!!!!” dia melempar bantal yang berada di sofa ke arahku, akupun lari menghampiri Siwon yang ada di dekat pintu.

Dia kembali melempari kami dengan bantal. Tapi naas, belum sempat menyeberang ke arah kami bantal itu sudah jatuh terlebih dahulu dan akhirnya mengenai vas bunga di atas meja.

PRANG!!

“SUNGHWA!!! TIDAK BISAKAH KAU DIAM SEHARI SAJA???” teriak Hyein eomma dari dalam kamarnya

“Ne eomma… mianhae….” kata Sunghwa salah tingkah

Aku dan siwon hanya bisa tertawa melihat ekspresi Sunghwa.

 

 

 

 

tu bi continyu…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s