FanFiction: MY ENDLESS LOVE (part 5) by nazza nazq

ANNYEONG!!!

mianhae…. author telat post lagi u.u pasti udah pada nungguin ya?? #plakk -,-

udah telat posting.. sekalinya post pasti isinya pendek” -____-a *author minta ditabok* 

kalo masalah telat posting emang sekarang lagi sibuk bangeeeet *sok lu thor -.-*  

nah.. kalo masalah postingan yang cuma dikit itu gara” tangan author cuma ada 2. Mana susah bgt diajak kompromi -_-a

maka dari itu saya selaku author di FF ini minta maaf sebesar-besarnya #sokserius 

dan author minta tetep RCL (read, like, comment) yaa^^

CEKIDOT!!!

****

“Donghae-ssi, ini kopi pesananmu” kata Seolyoung

“Gomawo. Jadi disini tempat kita makan siang dulu?” tanyaku

“Ne, tempat ini memang agak jauh dari kantor, tapi kita tidak pernah makan di tempat lain. Pemilik rumah makan ini bahkan sudah sangat hafal denganmu, Donghae-ssi”

“Mmm… apa aku boleh meminta tolong sesuatu padamu?”

“Ne. Mwoya?”

“Tidak bisakah kau memanggil namaku saja? Maksudku kau selama ini terlalu resmi dengan memenggilku Donghae-ssi”

“ah~ bukankah sudah seharusnya begitu?? Kau atasanku, jadi bukankah tidak pantas jika aku memanggilmu dengan hanya menyebut namamu saja?”

“Tapi ini bukan di kantor. Lagipula bukankah perusahaan itu sebentar lagi akan mempunyai pimpinan baru?”

“Nugu? ah~ Lee Hyukjae?? Dia memang menggantikan posisimu sebagai direktur, tapi itu kan hanya sementara. Bagaimanapun juga kau yang lebih berhak duduk di kursi itu. Tapi melihat keadaanmu saat ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa selain melihat dia menghancurleburkan perusahaanmu. Dia benar-benar keturunan Bar-bar. Pantas saja perusahaannya bangrut” kata Seolyoung

“Entah kenapa aku sama sekali tidak ingin memikirkan masalah perusahaan. Yang aku pikirkan hanya bagaimana cara agar aku ingat kembali masa laluku. Aku terlihat seperti orang bodoh saat aku sama sekali tidak mengetahui riwayat hidupku sendiri”

“Mmm…. Donghae-ah..” panggil Seolyoung, agak kaku.

“Ne?”

“Percayalah, kamu pasti bisa” dia menggenggam tanganku

“Ne, pasti”

****

“Oppa??”

“ah~ Sunghwa? Sedang apa kau disini?” tanyaku pada gadis manja itu

“Harusnya aku yang bertanya.. Sejak kapan oppa suka datang ke kedai kopi?? bukankah oppa benci kopi?”

“Mwo? Benci?”

“Ne, oppa dulu sama sekali tidak mau minum kopi” Sunghwa terlihat agak bingung

“Entahlah, mungkin gara-gara amnesiaku ini. Aku sendiri juga tidak tahu.”

Sunghwa duduk di sampingku.

“Oppa, kau kemana saja 2 hari ini? Kenapa tidak pernah datang ke rumah? Bukankah oppa juga tahu bahwa appa sedang pergi ke Amerika. Kenapa oppa malah menghilang begitu saja? Setidaknya oppa bisa memberitahuku bagaimana kabar oppa. Apa oppa mau membuatku khawatir lagi?”

ah~ gadis itu…

“Sudah???” tanyaku jengkel

“Oppa… aku hanya mencemaskan keadaanmu. Apa aku salah?”

“Sunghwa, apa kau lupa. Aku ini bukan anak kecil,apa kau pikir aku tidak bisa mengurus diriku sendiri?” Suaraku agak meninggi.

“Oppa, aku tunanganmu. Apa aku tidak boleh bertanya seperti itu?”

“Kau urusi saja dulu sekolahmu! Aku ini laki-laki, tak perlu kau mengkhawatirkanku seperti itu!”

“Oppa…”

“Han Sunghwa! Apa aku harus selalu melapor kemanapun aku pergi?? Kau harus ingat. Kita ini baru sebatas tunangan. Apa kau bisa menjamin kalau pada akhirnya aku akan menikahimu?”

Sunghwa tidak menjawab. Tubuhku kaku saat melihat airmatanya terjatuh begitu saja.

“Oppa…” katanya sesenggukan.”Dimana Donghae-ku yang dulu???? Siapa kau????” Dia berteriak.

“Sunghwa, aku…” aku ingin menenangkannya, tapi tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutku.

Aku hanya terpaku saat melihat punggung Sunghwa menjauh dariku. Aku tahu aku telah bertindak keterlaluan, tapi aku juga tidak tahu apa yang telah membuatku tega membentak Sunghwa. Yang aku tahu saat ini, aku hanya ingin sendiri.

****

“LEE DONGHAE!!! Apa yang sudah kau lakukan pada adikku???!” bentak Siwon saat aku datang ke rumahnya

“Siwon… kita bisa kan bicara baik-baik? Kau jangan terbawa emosi” kata Hyein eomma menenangkan Siwon

“Baik-baik?? Apa eomma tidak salah? Kalau kita bisa bicara baik-baik, lalu kenapa orang ini tidak bisa bicara baik-baik dengan Sunghwa?” kata Siwon dengan nada marah yang sangat jelas

“Eomma, Siwon-ah.. aku minta maaf atas perbuatanku kemarin. Tapi aku sama sekali tidak bermaksud untuk membentak Sunghwa” ucapku

“Lalu kau sebut apa kemarin?? Hei! Dengar ya! Kau harusnya bersyukur bisa memiliki Sunghwa! Dia sudah baik mau mengkhawatirkanmu. Tapi apa balasan darimu? Dasar ikan bodoh!”

“Tolong izinkan aku bertemu dengan Sunghwa. Biarkan aku meminta maaf secara langsung kepadanya. Kalaupun dia tidak terima dengan perlakuanku kemarin, biarkan dia sendiri yang menghukumku. Aku rela melakukan apa saja agar dia mau memaafkanku”

“ANDWAE!! Apa kau pikir aku akan rela membiarkan adikku menangis untuk yang kesekian kalinya hanya gara-gara orang tidak tahu diri sepertimu?” kata Siwon

“Eomma, aku mohon…” aku memohon pada Hyein eomma

“Donghae-ah, mungkin tidak untuk saat ini. Kau tahu benar Sunghwa itu bagaimana. Dia tidak bisa tahan apabila ada yang membentaknya, meskipun itu eomma, Hyukjae ahjussi dan kakaknya sendiri. Datang lagi besok, mungkin dia sudah lebih baik”

“ah~ ne, arasseo”

****

Pagi ini aku kembali ke rumah Sunghwa. Aku benar-benar ingin meminta maaf pada gadis itu. Tapi belum sempat aku mengetuk pintu, pintu itu sudah terbuka.

“Eomma, bagaimana keadaan…”

“ah~ Donghae-ah, lebih baik kau pulang sekarang.” kata Hyein eomma

“Tapi…”

“Siapa di luar sana?” ada suara asing dari dalam rumah

“Eomma, apa itu…..” tubuhku terasa kaku, keringat membasahi wajahku

“Ne, ahjussi sudah pulang. Kau harus cepat-cepat pergi. Berbahaya untukmu berada disini. Kalau kau mau, kau bisa datang kapan-kapan”

“Arasseo”

Aku langsung meninggalkan rumah itu, tapi saat aku baru saja berada tepat di samping pintu gerbang, aku mendengar suara itu lagi.

“Suara siapa tadi?” tanya Hyukjae ahjussi kepada Hyein eomma

“ah~ yeobo… bukan siapa-siapa. Aku hanya menyapa tukan kebun kita yang baru.”

“Tukang kebun baru?”

“Ne. Kau harus bertemu dengannya. Dia benar-benar memiliki selera humor yang tinggi. Siwon bahkan sering sekali bercanda dengannya”

“Jeongmal? Mungkin besok aku bisa meluangkan sedikit waktuku untuk sekedar menyapanya. Kau masuk sana! Bujuk Sunghwa untuk keluar dari kamarnya. Baru kali ini kulihat dia separah itu”

DEG!!

Mataku terbelalak saat mendengar kata-kata Hyukjae ahjussi. Separah itukah yang telah kulakukan pada Sunghwa? Apa gadis itu akan memaafkanku? Tak bisakah aku mengulang waktu?

“Donghae-ah…. apa yang kau lakukan disini?”

“Ssstt!!!”

Kuajak wanita itu pergi menjauh dari kediaman Hyukjae ahjussi. Ya, untuk beberapa saat aku harus menjauh dari rumah itu.

tu bi continyu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s